Pengirim: YUSOF LATHIF (mahyosof@yahoo.com)
Alamat: 104/1 tempat 7 serdang sega , sungaipadi , naratiwas thailan
Tarikh: 18-02-2005
Kategori: AQIDAH
Tajuk: di mana adanya allah
Soalan: saya percaya bahwa allah itu ada tetapi di mana
adanya ?
Jawapan
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah. Salawat dan salam ke atas Rasulullah S.A.W.
Firman Allah Ta'ala yang bermaksud:
"Sesungguhnya Tuhan kamu itu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi
dalam enam hari, kemudian ia istiwaa (bersemayam) di atas 'Arsy".(Al-A'raf
:54).
Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada seorang budak
perempuan milik Mua'wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy sebagai ujian keimanan sebelum
ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu'awiyah :
Artinya:
"Beliau bertanya kepadanya : "Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan
: "Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : "Siapakah Aku ..?".
Jawab budak itu : "Engkau adalah Rasulullah". Beliau bersabda : "Merdekakan
ia ! .. karena sesungguhnya ia mu'minah (seorang perempuan yang beriman)".
Beriman kepada Allah Ta'ala adalah satu daripada rukun iman yang enam yang wajib
tetap dalam hati seseorang tanpa becampur syak dan keraguan.Beriman dengan kewujudan
Allah Ta'ala ialah dengan mengiktiqadkan Allah dengan iktiqad (pegangan) yang
jazam (pasti dan tetap) bahawa Allah Ta'ala yang mencipta dan mentadbir semua
benda dan perkara dalam alam ini (rububiyyah), Dialah yang berhak disembah (uluhiyyah),
Dia memiliki nama-nama yang agung (asma' al-Jalal)dan mempunyai segala sifat
kesempurnaan (sifat al-Kamal) dan Maha Suci dari sifat-sifat kekurangan (Asma'
Allah dan sifat-sifatnya).
Kewujudan Allah Ta'ala bukanlah sebagaimana kewujudan alam yang
huduth (baharu) yang menerima perubahan, permulaan dan kesudahan, kerana zat
dan sifat Allah adalah qadim (tiada permulaan) dan baqa' (tiada kesudahan).
Bagi menjawab persoalan di mana Allah Ta'ala, berbalik kepada
dalil al-Qur'an dan Hadith di atas dapatlah dinyatakan bahawa Allah Ta'ala istawaa
di atas 'arasy-Nya yang tinggi (Dzat Allah istiwaa/bersemayam di atas 'Arsy-Nya
yang sesuai dengan kebesaran-Nya, sedangkan ilmu-Nya berada dimana-mana/tiap-tiap
tempat tidak satupun tersembunyi dari pengetahuan-Nya).Imam Malik apabila ditanya
"Bagaimana caranya Allah istiwaa di atas 'Arsy ?. Beliau menjawab :
Artinya:
"Istiwaa itu bukanlah sesuatu yang tidak dikenal (yakni telah kita ketahui
artinya), tetapi bagaimana caranya (Allah istiwaa) tidaklah dapat dimengerti,
sedang iman dengannya (bahwa Allah istiwaa) wajib, tetapi bertanya tentangnya
(bagaimana caranya) adalah bid'ah".
Wallahu Tabaraka Wata'ala a'lam.
Tarikh kemaskini: 02-03-2005
Sumber: http://media.mmu.edu.my/mufti/jawapan/baca.php?id=225